Diet Tepat Penderita Diabetes Tipe 2

Ini Dia Diet Tepat untuk Penderita Diabetes Tipe 2

Apa yang Anda makan akan membuat perbedaan besar terutama ketika Anda memiliki diabetes tipe 2. Bila Anda memiliki diabetes tipe 2, memilih makanan yang tepat sangat penting. Ketika Anda sedang dalam program diet Anda, empat hal penting untuk diperhatikan adalah karbohidrat, serat, lemak, dan garam. Tapi dengan banyaknya informasi di luar sana, tentu Anda bingung bagaimana cara mengetahui makanan yang terbaik untuk Anda.

Headline Gula Darah

Jika Anda memiliki masalah gula darah maka Anda akan sering mendengar instruksi tersebut berulang-ulang. Nasihatnya pasti akan fokus pada apa yang harus Anda keluarkan dari diet, dan hal tersebut pastilah sangat ribet. Penelitian menunjukkan ada banyak makanan alami dan nutrisi yang dapat membantu, baik dengan mengurangi penyerapan gula ke dalam aliran darah atau meningkatkan resistensi insulin.
Ketika Anda sedang dalam program diet Anda, empat hal penting yang perlu Anda perhatikan yaitu karbohidrat, serat, lemak, dan garam. Berikut ini beberapa informasi yang wajib Anda ketahui:

Karbohidrat

Karbohidrat memberikan energi pada tubuh. Karbohidrat dapat mempengaruhi gula darah Anda lebih cepat dari lemak atau protein. Karbohidrat kompleks lainnya dapat ditemukan di kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian.

Karbohidrat kompleks lebih baik untuk Anda karena mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh. Karbohidrat kompleks memberi Anda energi dan serat yang stabil. Penderita diabetes harus mengontrol karbohidrat yang Anda makan setiap hari. Menghitung asupan karbohidrat, dan membaginya secara merata di antara waktu makan akan dapat membantu mengontrol gula darah Anda.

Serat

Anda mendapatkan asupan serat dari makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan. Serat sangatlah membantu pencernaan dan gula darah. Anda akan merasa lebih kenyang, sehingga Anda makan lebih sedikit dan secara tidak langsung dapat menurunkan berat badan. Orang yang melakukan diet tinggi serat cenderung akan membuat Anda terhindar dari tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Lemak

Diabetes akan membuat Anda lebih mungkin untuk terserang penyakit jantung. Jadi, saat Anda menderita diabetes, Anda juga harus membatasi lemak, terutama lemak jenuh dan lemak trans. Sumber utama lemak jenuh adalah keju, daging sapi, susu, dan barang-barang dipanggang. Hindari lemak trans, yang buruk bagi jantung Anda.

Garam

Jika Anda memiliki diabetes, Anda berkesempatan untuk terserang tekanan darah tinggi. Terlalu banyak garam juga dapat menambah risiko itu. Dokter atau ahli gizi akan meminta Anda untuk membatasi atau menghindari:
– Garam atau garam bumbu
– Daging kaleng
– Kaleng sup dan sayuran dengan garam
– Makanan olahan

Selain itu, untuk mengontrol gula darah Anda perlu memasukkan beberapa makanan berikut ke dalam diet Anda:

gULA dARAH

a. Almond
Manfaat: Meningkatkan Metabolisme Glukosa
Kacang-kacangan yang tumbuh di dalam tanah memiliki banyak manfaat kesehatan metabolisme. Salah satunya adalah kacang almond. Kacang ini sangat rendah karbohidrat dan kaya akan magnesium.

Magnesium merupakan mineral penting yang terlibat dalam lebih dari 300 proses tubuh, termasuk regulasi tekanan darah dan mengontrol gula darah. Bayam, almond, dan kacang mete merupakan salah satu sumber terbaik dari magnesium untuk diet manusia. Beberapa genggam menyediakan lebih dari 20% dari intake2 harian yang direkomendasikan.

Tabel

Meskipun mekanismenya tidak jelas, memiliki kadar magnesium yang rendah sangat terkait dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Hal ini akan berdampak pada sekresi insulin, yang mungkin menjadi alasan bahwa 25-38% dari penderita diabetes tipe 2 memiliki magnesium yang rendah. Uji klinis telah menunjukkan bahwa memulihkan magnesium yang rendah secara signifikan dapat meningkatkan respons insulin dan mengurangi gula darah level. Menariknya, orang yang memiliki kadar magnesium normal tetapi kadar gula darahnya masih juga buruk dapat memperbaiki masalah tersebut dengan suplemen magnesium.

b. Cokelat Hitam

Manfaat: Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Kakao dalam cokelat berasal dari tanaman kakao. Bahan aktif dalam cokelat adalah flavanol, yang tetap berada dalam bubuk kakao setelah di ekstrak dari tanaman. Penelitian pada manusia saat ini menunjukkan bahwa kakao membantu untuk meningkatkan sensitivitas insulin, terutama bagi mereka yang sudah mengalami penurunan sensitivitas insulin dan tekanan darah tinggi (seperti diabetes tipe 2). Dengan meningkatkan sensitivitas insulin, tubuh Anda menjadi lebih efisien dalam memindahkan gula dari darah dan ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Sebuah studi pada 15 orang dewasa sehat yang diberikan 100 gram per hari dari cokelat hitam atau jumlah yang sama diberikan cokelat putih, menemukan bahwa akan terjadi peningkatan sensitivitas insulin dua kali lipat pada orang yang mengonsumsi cokelat hitam. Semua studi yang menemukan manfaat digunakan baik pada cokelat hitam atau ekstrak kakao setara dengan sekitar 500-1000 mg flavonol per hari.

c. Kopi

Manfaat: Menurunkan Resiko Diabetes Tipe 2

Studi observasional besar telah menemukan orang yang minum kopi tampaknya memiliki risiko yang lebih rendah diabetes tipe 2, mulai dari 11% hingga 40%. Kopi banyak mengandung polifenol. Senyawa ini memiliki sifat anti-oksidan dan secara luas diyakini dapat membantu mencegah peradangan seperti obesitas dan diabetes tipe 2. Kopi juga mengandung banyak mineral, seperti magnesium yang dihubungkan dengan peningkatan sensitivitas insulin. Oleh karena itu, kopi juga bermanfaat bagi mereka yang sudah menderita diabetes tipe 2 atau pra-diabetes. Anda bisa menjajal kopi berkualitas tinggi seperti Java Prime Coffee.

d. Kopi Hijau

Manfaat: Mengurangi Penyerapan Gula
Selain kopi hitam, kopi hijau juga patut dipertimbangkan juga. Kopi hijau mengacu pada biji kopi yang tidak di sangrai. Biji kopi di sangrai mengandung asam klorogenik, sebuah bahan aktif yang manfaat besar bagi kesehatan. Suplemen yang mengandung asam klorogenik, yang dikenal sebagai ekstrak biji kopi hijau.

Beberapa penelitian menemukan bahwa kopi hijau dapat membatasi penyerapan glukosa ke dalam aliran darah, yang pada gilirannya akan menurunkan kadar gula darah dan insulin.

e. Katekin Dalam Teh Hijau

Manfaat: Mengendalikan Glukosa
Teh hijau kaya dengan berbagai senyawa dan antioksidan yang kuat. Bahan aktif utama dalam teh hijau adalah polifenol, yang dianggap bermanfaat bagi hampir setiap sistem organ dalam tubuh, termasuk metabolisme glukosa.

Menurut review dari tujuh studi dengan total 286.701 orang, peminum teh hijau memiliki risiko 18% lebih rendah terserang penyakit diabetes tipe 2. Jika Anda sudah menjadi peminum teh, saatnya untuk beralih ke teh hijau.

f. Cuka Sari Apel

Manfaat: Meningkatkan Metabolisme Glukosa

Cuka merupakan obat tradisional dan kuno, yang digunakan untuk menangani berbagai masalah kesehatan di masa lalu. Salah satunya yang paling populer di kalangan masyarakat adalah cuka sari apel. Penelitian telah menunjukkan cuka sari apel memainkan peran dalam mengurangi penyerapan glukosa ke dalam aliran darah, kadang-kadang hingga 34 persen. Hal ini memiliki dampak langsung yaitu meningkatkan sensitivitas insulin, dan meminimalkan lonjakan glukosa darah dan insulin. Bahkan, ada banyak penelitian pada hewan dan manusia yang menunjukkan bahwa cuka sari apel meningkatkan metabolisme glukosa secara signifikan.

g. Madu

Manfaat: Menjadi Alternatif Pengganti Gula

Madu mentah adalah pilihan pengganti bagi Anda yang ingin mengganti gula sebagai pemanis harian Anda. Sebuah studi pada pasien yang baik sehat, diabetes, atau memiliki kolesterol tinggi menunjukkan bahwa madu mampu meningkatkan gula darah kurang dari dekstrosa (glukosa) dan sukrosa (glukosa dan fruktosa). Jadi madu dapat meningkatkan gula, tapi tidak tinggi. Meskipun tidak terlalu mengesankan, penelitian yang sama menemukan bahwa madu dapat menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida, meningkatkan kolesterol HDL, dan menurunkan homosistein (penanda lain penyakit ). Madu dapat menjadi alternatif yang baik untuk pengganti gula, dan dapat ditambahkan ke dalam diet Anda.

Jadi, tunggu apa lagi?

Diabetes tipe 2 telah meningkat sepuluh kali lipat hanya dalam beberapa dekade, dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan. Pilihan diet dapat memainkan peran besar dalam mencegah atau mengelola penyakit ini, dan beberapa makanan di atas mungkin layak untuk Anda tambahkan dalam daftar belanjaan Anda. (mee)

BACA JUGA: Sering Melewatkan Sarapan Bisa Bikin Gemuk

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes