turunkan berat badan

Sudah Diet Tapi Berat Badan Malah Naik? Bisa Jadi 5 Hal Ini Penyebabnya

Beberapa dari kita mungkin ada yang merasakan bahwa sudah diet maupun olahraga, tapi berat badan justru naik. Apa yang jadi penyebab?

Apa yang harus kita lakukan ketika ingin turunkan berat badan?

Pastinya ada dua hal pokok yang sangat perlu dilakukan, yaitu diet dan juga olahraga.

Diet bukan berarti turun berat badan, akan tetapi pada pengaturan pola makan.

Sementara olahraga rutin bisa dimulai dari olahraga kardio maupun angkat beban.

Lalu bagaimana bila kita sudah melakukan dua hal itu tapi berat badan susah turun? Bahkan berat badan bisa naik? Apa penyebabnya?

Berikut ini lima hal yang mungkin bisa menjadi penyebab utama berat badan kita menjadi naik meskipun sudah olahraga dan diet.

1. Kurang Tidur Bisa Gagalkan Diet

diet

Ada banyak sekali alasan mengapa kita sering kali disarankan untuk mendapatkan waktu istirahat atau tidur yang berkualitas.

Salah satunya adalah menghindari perubahan pada berat badan, dalam hal ini adalah berat badan naik.

Ketika kita tidur, tubuh akan berusaha untuk memulihkan diri (recovery) yang dibantu dengan hormon pertumbuhan.

Itulah sebabnya bila masa recovery sebaiknya tubuh kita mendapatkan tidur yang cukup.

Apabila kekurangan tidur, hampir pasti proses recovery akan terhambat. Pada saat bangun, tubuh kita masih merasakan lelah, pegal, bahkan pusing.

Kurang mendapatkan waktu tidur yang cukup membuat tubuh kita menginginkan sumber bahan bakar yang cepat seperti karbohidrat, hal ini karena tubuh membutuhkan dorongan energi yang cepat.

Selain itu, kurang tidur juga memicu tubuh kita untuk ngemil cukup banyak sebelum tidur. Ngemil yang dimaksud adalah kecenderungan untuk memakan makanan-makanan yang kurang sehat, seperti junk food.

Pertanyaan selanjutnya adalah, “bagaimana berat badan saya bisa naik, padahal saya sudah diet maupun olahraga rutin?”

Hal ini bisa terjadi disebabkan hormon yang mengatur metabolisme tubuh kita dibuang, karena hormon tersebut merasa tidak mendapat kesempatan mengatur ulang pada saat kita tidur.

Akibatnya, semakin banyak kurang tidur, semakin tinggi tingkat hormon stres (kortisol) kita.

Hormon ini kurang baik dengan tujuan fat loss, karena dapat meningkatkan nafsu makan juga mendorong penyimpanan lemak.

“Jika Anda kurang tidur, artinya tubuh Anda tidak mendapatkan tidur yang berkualitas dan ini akan membuat metabolisme tubuh Anda tidak berfungsi dengan baik”, kata Michael Breus, Ph.D, direktur klinis dari Arrowhead Health Centers, Arizona.

Solusinya adalah dapatkan waktu tidur yang berkualitas. Rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu tidur antara 7-9 jam per malam. Misalnya dengan cara tidur lebih awal.

Jika tidak punya banyak waktu saat malam hari, kita bisa memanfaatkan waktu tidur siang. Dan untuk cemilan ketika bangun, kita bisa menyiapkan karbohidrat yang lebih sehat seperti dari buah-buahan atau kacang-kacangan.

2. Minuman Diet dari Pemanis Buatan

diet

Gula memang kerap menjadi ‘musuh’ nomor satu ketika kita menerapkan program fat loss.

Akan tetapi, banyak sekali produk dengan embel-embel tanpa atau bebas gula yang mungkin bisa membantu program kita.

Namun faktanya, embel-embel tersebut tidak selalu berarti sehat. Atau bahkan bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Yakni masih menyediakan gula buatan (artificial sugars).

Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Appetite tahun 2013 lalu mengatakan, gula (pemanis) buatan seperti aspartame sebenarnya justru dapat menambah nafsu makan.

Pemanis buatan bisa 200 kali lebih manis daripada gula biasa, jadi konsumsi makanan-makanan seperti ini mendorong kita konsumsi gula terus-menerus.

Fakta lain adalah pemanis buatan akan membuat tubuh kita merasakan dan merespon gula buatan tersebut, tetapi tidak merespon gula asli.

Walaupun tidak ada gula dalam minuman diet, rasa manis yang timbul menandakan tubuh kita melepaskan insulin untuk memproses gula. Bila tidak ada gula, tubuh kita akan merespon dengan rasa ingin lebih banyak gula untuk memberi rangsangan pada insulin.

Seiring waktu, siklus seperti ini dapat menyebabkan resistensi insulin, kenaikan berat badan, dan bahkan diabetes tipe 2.

Solusi terbaiknya sudah jelas, hindari semua jenis gula, terlebih gula buatan.

Bila terlalu sulit untuk menghindarinya, maka kita bisa membuat minuman berenergi yang rendah kalori. Misalnya dari buah beri atau buah delima, atau minum teh hijau dengan madu.

3. Terlalu Banyak Stres Buyarkan Program Diet

diet

 

Stres memang tidak dapat dihindarkan.

KIta semua hampir pasti pernah berurusan dengan yang namanya stres.

Namun ketika kita mengalami tingkat stres yang tinggi, maka pemilihan nutrisi tubuh juga tidak selalu baik.

“Makan bisa menjadi pelipur lara dan dapat menurunkan stres”, kata profesor Jason Perry Block, MD., dari Harvard University seperti dikutip dari Bodybuilding.com.

“Hal ini terjadi karena sebagian tubuh melepaskan bahan kimia sebagai respon terhadap makanan yang mungkin memiliki efek menenangkan,” tambahnya.

Stres juga dapat memaikan peran utama dalam produksi hormon kortisol. Jika diproduksi dalam jumlah yang besar, maka hal ini akan mengganggu program penurunan berat badan.

Untuk mengurangi stres, kita dapat membiasakan dengan berusaha menenangkan pikiran. Mengikuti kelas yoga, jalan-jalan, olahraga, nonton, meditasi, atau hanya beristirahat dari apapun selama lima menit.

Meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang kita sukai akan memiliki efek relaksasi dan menyegarkan pikiran, sehingga kita mengatasi stres (management stres) dengan baik.

4. Sensitivitas atau Intoleransi Makanan

diet

Sepertinya sub topik ini cukup menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini, tentu dalam kaitannya dengan program penurunan berat badan.

Yaitu tentang reaksi terhadap jenis makanan tertentu.

Terlepas dari penyebabnya, kepekaan dan intoleransi adalah serangkaian respon fisiologis yang mungkin dimiliki oleh tubuh terhadap jenis makanan tertentu.

Gejala intoleransi makan berbeda dari masing-masing individu. Pada umumnya seperti kembung, (maaf) kentut, gangguan pencernaan, kelelahan, cepat marah, murung, dan juga kenaikan berat badan.

Hal ini disebabkan respon inflamasi pada sistem kekebalan saat terpapar makanan tertentu.

Penulis dari New York Times yang juga dokter ahli bedah, Mark Hyman, MD, menjelaskan bahwa hal ini sensitivitas makanan menyebabkan berat badan naik dan lebih sulit menurunkannya karena respon peradangan.

“Inflamasi adalah salah satu pendorong terbesar dalam penambahan berat badan dan timbulnya penyakit. Ini akan merembet ke seluruh tubuh, membuat berat badan bertambah dan berpotensi mendatangkan berbagai penyakit kronis,” tambahnya.

Namun, dokter Hyman mengatakan bahwa akan lebih baik pergi ke dokter untuk menjalankan test darah guna melihat makanan apa saja yang mungkin intoleran dengan tubuh kita.

5. Susah Mengontrol Porsi Makan

diet

Pola diet kita mungkin sudah bersih, tetapi kalori tetaplah kalori dan itu bisa berlebihan.

Misalnya satu porsi kacang sekitar 22 buah mengandung 190 kalori. Jika dikalikan dua maka jumlah kalori menjadi 380. Ini juga berlaku pada makanan ringan.

Ketika kita makan malam lebih awal, selanjutnya kita bisa bersantai. Namun ketika mendekati waktu tidur, kita dapat makan lagi.

Hal ini mungkin didorong dengan anggapan bahwa makanan kita sudah sehat, jadi mengapa kita tidak menambah walaupun sedikit saja?

Intinya adalah kalori kita mungkin bersih, tetapi makanan yang bersih juga terlalu banyak yang dimakan. Mengonsumsi porsi tambahan, bahkan makanan sehat sekalipun, masih cukup untuk membuat pergeseran jarum pada timbangan kita.

Solusi terbaiknya adalah dengan tetap mengontrol porsi.

Kita bisa menggunakan piring yang lebih kecil, mengunyah lebih pelan, berhenti makan saat tidak sedang lapar, minum air sebelum makan, atau mengukur bagaimana porsi yang tepat sesuai dengan keinginan kita.

Setiap perilaku ini akan membuat kita lebih kaya insight bagaimana cara mengontrol konsumsi makanan yang baik dan tepat untuk tubuh kita.

Penambahan berat badan yang tidak diinginkan tentu saja bisa membuat kita frustasi, terlebih ketika penyebabnya sulit ditemukan.

Langkah cermat untuk mengetahui penyebabnya adalah sedikit menengok kebelakang dan evaluasi setiap perubahan dalam rutinitas kita.

Kabar baiknya adalah bahwa tubuh kita adalah mesin yang cerdas. Dan jika kita memperlakukannya dengan makanan yang bergizi (diet), kelola stres dengan baik, tidur berkualitas, maka kita akan memiliki tubuh yang sehat dan kuat seperti yang kita inginkan.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes