membakar lemak

6 Alasan Kenapa Tubuh Anda Tidak Membakar Lemak (Lagi)

Kesulitan membakar lemak padahal masih rutin latihan dan diet? Tidak ada perkembangan lagi dalam program diet Anda? Simak jawabannya di sini.

Bila ingin menurunkan berat badan, maka fokus yang perlu dilakukan adalah membakar lemak berlebih dalam tubuh Anda.

Mengurangi kadar lemak dalam tubuh semaksimal mungkin akan membuat Anda lebih percaya diri lagi tampil di depan umum.

Ya, terkadang keinginan untuk mendapat bentuk tubuh yang ideal adalah karena faktor kepercayaan diri.

Walaupun begitu, tentu faktor kesehatan-lah yang paling utama.

Setelah itu, fokus membakar lemak berlebih dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan (diet).

Dalam beberapa waktu mungkin Anda akan merasa bahwa ada perkembangan yang berarti pada program diet yang Anda lakukan.

Namun beberapa saat ke depan lagi, Anda akan mungkin merasa bahwa sudah tidak ada perkembangan lagi.

Penurunan berat badan sudah tidak terjadi maupun bentuk tubuh yang masih sama. Mengapa bisa terjadi demikian?

1. Gagal Membakar Lemak Lagi Karena Sudah Diet Terlalu Lama

Kapan terakhir kali Anda merasakan puas setelah makan? Jika masih terus merasa lapar, maka ada sesuatu yang perlu diubah.

Alasan pertama Anda mungkin bisa menjadi penyebab tubuh Anda gagal membakar lemak adalah karena telah melakukan diet yang terlalu lama.

Diet yang berkepanjangan membuat tubuh Anda mengalami penurunan kalori.

Pada mode lapar ini bisa menghambat laju metabolisme tubuh Anda.

Tentu, Anda mengonsumsi sedikit kalori, tetapi juga membuat tubuh membakar lemak lebih sedikit, ini sama artinya bahwa Anda tidak membuat KEMAJUAN apapun.

Kalau ini benar yang Anda rasakan, maka segera ganti metode diet Anda.

Istirahat dan berhentilah melakukan diet selama 2-4 minggu. Pada masa ini, Anda tidak perlu terlalu cemas akan kalori in-out-nya.

Ini akan membangkitkan kembali laju metabolisme tubuh Anda.

Bila memang masih ingin berdiet, maka sebaiknya makan lebih sering. Yaitu 5-6 kali dalam sehari namun porsi yang kecil.

2. Tidak Membakar Lemak Karena Tidak Menghitung Kalori Makanan

Alasan yang paling umum bahwa banyak yang sulit membakar lemak adalah karena mereka tidak mengukur makanan dengan tepat.

Katakanlah bila Anda tengah menyiapkan sebuah camilan untuk malam hari, ketika jadwal akan tidur.

Anda mengambil selai kacang lalu menambahkannya dalam greek yogurt. Terdengar sebagai camilan malam yang cukup bijak dalam usaha menurunkan berat badan.

Tapi tunggu dulu, ada berapa banyak sendok selai kacang yang ditambahkan ke dalam yogurt Anda?

Sekarang dua sendok makan selai kacang diperkirakan mengandung 80-100 kalori. Bila lebih dari itu? Tentu kalori juga akan semakin banyak yang masuk.

Jadi poin besar disini adalah jangan hanya melihat bahwa makanan tersebut adalah ‘teman’ baik dalam diet Anda.

Akan tetapi juga sangat penting untuk mengukur jumlahnya agar Anda bisa memperkirakan berapa kalori yang akan masuk ke dalam tubuh Anda.

3. Selalu ‘Bersenang-senang’ Setiap Akhir Pekan

Tentu, istilah bocor sering Anda dengar, atau mungkin sering Anda rasakan. Terlebih ketika memasuki akhir pekan.

Akhir pekan biasanya dimanfaatkan pelaku diet untuk melakukan cheating atau makan ‘sepuasnya’.

Cheating day ini bermaksud agar pelaku diet tetap termotivasi untuk terus melakukan diet dan segera mendapatkan hasilnya.

Namun ingat, cheating day yang dilakukan juga sebaiknya masih dalam tahap sewajarnya.

Pada umumnya, pelaku diet akan melakukan cheat day dengan perbandingan 90/10 persen, 90 persen untuk diet dan 10 persen saat cheat day.

Tapi bila perbandingannya adalah 70 persen saat diet dan 30 persen saat cheat day, agaknya ini sudah terlalu berlebihan.

Dan pada akhirnya sering lupa bahwa cheat day yang Anda lakukan sudah melewati dari batasnya.

Dengan semakin sedikitnya presentase maka cheat day Anda masih dalam under control. Pastinya, hal ini akan semakin mendekatkan diri Anda pada goal fitness yang diinginkan.

4. Tidak Ada yang Berubah

Terkadang, Anda mungkin terlalu berpuas diri setelah mencapai keberhasilan atau perkembangan.

Namun, momen seperti ini hendaknya disikapi dengan lebih bijak. Yaitu seperti dengan meningkatkan program.

Banyak yang mengalami stuck atau bahkan tidak ada perkembangan lagi setelah mereka merasa bahwa fase keberhasilan telah mereka lalui.

Hal itu kemudian berlanjut dengan program yang sama dan ingin merasakan hasil yang lebih baik lagi.

Sayangnya, perkembangan tidak terlihat lagi. Mengapa ini bisa terjadi?

Tubuh Anda akan berubah sebagai respons terhadap rencana Anda. Jadi, Anda juga perlu mengubah rencana program Anda.

Semakin ramping maka semakin banyak tubuh Anda yang ingin masuk pada mode kelaparan dan akan menghemat bahan bakar.

Agar tidak terjadi penyusutan otot akibat mengambil energi dari protein, maka konsumsi lebih banyak karbohidrat cukup dianjurkan.

Meningkatkan asupan karbohidrat juga akan dapat mengoptimalkan sensitivitas insulin serta pelepasan hormon leptin, yang bisa membantu menjaga berat badan Anda.

5. Bergantung Pada Kardio untuk Membakar Lemak

Latihan intens di dalam atau di luar gym, adalah salah satu syarat agar penurunan berat badan terus berlanjut dan mendapat hasil maksimal.

Tidak salah dengan hal itu.

Namun akan menjadi salah bila latihan yang dilakukan hanya fokus pada latihan tertentu saja. Latihan kardio saja misalnya.

Memang, latihan kardio adalah latihan populer untuk membakar lemak dan sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam program fat loss.

Tapi bila hanya dengan berlatih kardio saja setiap hari? Tentu ini tidak disarankan untuk Anda.

Angkat beban seperti barbell atau dumbbell memang tidak membakar kalori sebanyak yang dilakukan jika latihan kardio.

Akan tetapi, latihan angkat beban dapat membuat perubahan yang signifikan pada tubuh Anda.

Bukan hanya bertujuan untuk membakar lemak tubuh secara keseluruhan, akan tetapi juga membantu membentuk tubuh menjadi lebih ideal dan lean.

6. Energi Dicurahkan Saat Di Gym

Latihan keras memang sangat perlu dilakukan. Tapi yang perlu diingat juga adalah, berlatihlah dengan CERDAS.

Ketika ingin membakar lemak berlebih dalam tubuh, maka latihan yang keras adalah solusinya.

Dari kesimpulan tersebut, Anda kemudian mengartikan bahwa berlatih dengan keras selama satu jam per hari sudah cukup.

Pendapat ini tidak salah, berlatih keras selama satu jam sudah cukup dilakukan. Tapi bila energi yang Anda miliki pada hari itu dihabiskan hanya di gym, bagaimana dengan 23 jam lainnya pada hari itu?

Padahal, aktivitas harian lain juga dapat membantu membakar kalori. Misalnya mencuci mobil, bermain bersama anak-anak, berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahan.

Jadi misalkan pada hari ini Anda berlatih dengan intensitas semampunya, Anda bisa membakar 300an kalori. Pada hari yang sama, Anda masih dapat melakukan aktivitas lain dan bisa membakar hingga 400 kalori. Total menjadi 700 kalori.

Bila dibandingkan dengan latihan keras sekeras-kerasnya (energi tercurah di gym), Anda bisa membakar hingga 500 kalori. Tapi setelah itu banyak waktu yang Anda habiskan dengan malas-malasan (dengan alasan capai), dan maksimal hanya membakar 50 kalori. Jika ditotal hanya 550 kalori.

Bandingkan dengan kasus yang pertama, Anda lebih memilih yang mana?

Jadi kesimpulannya adalah bila latihan dilakukan terlalu keras, maka itu akan mengurangi kemampuan tubuh untuk membakar lemak lebih banyak.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes