Asma Tak Menghalanginya Menurunkan Berat Badan Sampai 13 Kg!

Disclaimer: Hasil yang didapatkan mungkin berbeda-beda tergantung dari situasi tubuh masing-masing pengguna.

Kisah sukses Before After kali ini datang dari seorang pria yang berhasil turun berat badan hingga sebanyak 13 kg dan mendapatkan tubuh lebih sehat dan bugar, meski dirinya memiliki penyakit asma. Siapakah dia dan seperti apa kisahnya?

Before After Chandra

Beberapa waktu yang lalu, redaksi DuniaFitnes menerima email dari salah satu follower Denny Santoso di akun Twitter @DennySantoso sekaligus pembaca setia DuniaFitnes.com, yang menceritakan perjalanannya untuk meraih berat badan ideal sekaligus memotivasi orang lain untuk menjalani hidup sehat. Yuk kita simak cerita lengkapnya!

Gemuk Membuat Asma Saya Makin Parah

Chandra Jatnika, akrab dipanggil Chandra, pada akhir tahun 2011 silam mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis ketika menghadapi tesis magister komputernya, dan setelah lulus, badannya malah semakin gemuk. Akhirnya pada awal tahun 2012, ia pun mulai sakit-sakitan. “Kebetulan saya penderita asma, dan penyakit ini menjadi makin parah ketika saya gemuk. Asma saya sering kumat setiap kali makan banyak dan kekenyangan. Ini membahayakan sekali!” ungkap Chandra mengawali cerita.

Denny Santoso Membuat Saya Makin Tertarik Mendalami Diet Sehat

Awal bulan Februari 2012, Chandra pun memutuskan untuk mendaftarkan diri ke salah satu gym yang cukup dekat dengan kantornya. Ia pun mulai mengenal latihan beban dan diet dari personal trainer yang disewanya. “Saya diperkenalkan tentang diet oleh PT saya, namun saya belum tertarik mendalami lebih jauh. Lalu ketika berat badan saya mulai turun dengan latihan intensif, saya ingin hasil yang lebih baik lagi dengan menjalani diet sehat. Saya pun browsing di internet dan akhirnya bertemu Denny Santoso!” terang Chandra perihal awal mula ia mengenal diet sehat. nfl jerseys ranked custom

Karena informasi yang diberikan oleh Denny Santoso mudah dipahami, Chandra jadi lebih tertarik mendalami diet. Pada 2 bulan pertama menjalani latihan intensif saja, Chandra berhasil menurunkan berat badan sebanyak 4 kg, namun setelah itu progress-nya sedikit lambat. Akhirnya ia pun memberanikan diri mengubah gaya hidup sehat sesuai panduan Denny Santoso. “Saya coba panduan dietnya dalam dua bulan, hasilnya terbukti! Akhirnya saya makin rajin diet dengan memasak makanan sendiri dan membatasi garam dan gula setiap hari, juga menambah jumlah protein harian.” tambahnya.

Sebelum Berdiet Sehat, Saya Pernah Masuk Rumah Sakit

Sebelum menjalani program diet dan latihan, pola makan Chandra boleh dibilang ‘berantakan’. Menurut Chandra, “Dulu, apa saja yang enak pasti saya makan tanpa peduli kandungan gizinya. Saya juga sering makan junk food malam-malam.”

Selain itu, perjuangan diet Chandra pun tidak berlangsung mulus. “Sebelum mengenal diet yang benar, saya pernah melakukan diet ngawur dengan memangkas kalori secara ekstrim, dan akhirnya saya malah masuk rumah sakit karena kurang tenaga dan jatuh sakit,” kenangnya soal pola diet asal-asalan yang pernah dijalaninya.

Saya Memasak Sendiri Bekal Saya ke Kantor

Setiap pagi setelah bangun tidur, Chandra biasanya langsung minum whey protein, lalu 1 jam setelah itu ia mengonsumsi menu sarapan berupa roti gandum atau ubi rebus atau setengah cup nasi merah ditambah 1 telur kuning dan 2 telur putih serta sayuran.

menu-makan-chandra-jatnika

Setelah sarapan, inilah yang biasa Chandra lakukan, “Saya memasak untuk bekal makan siang, yaitu 1 cup nasi merah ditambah ayam atau lean beef atau salmon atau terkadang tuna, ugg outlet alexandria anaheim ditumis dengan 1 sendok makan minyak canola, plus sayuran beku yang direbus.”

Chandra juga selalu memasukkan menu sayuran, semacam sayuran beku atau kacang polong ataupun brokoli, untuk membuatnya kenyang lebih lama.

Meski Punya Asma, Saya Tetap Bisa Menjalani Latihan Intensif

Chandra berlatih minimal 4 kali dalam seminggu, dengan durasi tidak pernah lebih dari 70 menit. Pertama kali berlatih, Chandra melakukan full body workout setiap latihan dan diakhiri dengan steady cardio selama 30 menit.

“Ketika tingkat kebugaran saya meningkat dan asma saya tidak lagi jadi pengganggu, kardio saya ganti dengan EHIIT ala Denny Santoso. Dan selama 4 bulan terakhir latihan saya adalah melatih tiap bagian tubuh selama 50 menit, dan diakhiri dengan EHIIT atau steady cardio,” ungkap Chandra menjelaskan pola latihannya.

Selain berlatih beban, kardio, dan Elevated High Intensity Interval Training (EHIIT), Chandra juga sering melakukan yoga. “Saya suka Yoga Body Balance dan Vinyasa Yoga untuk membantu pola pernapasan saya, untuk mencegah kambuhnya asma saya.” ujar penggemar warna biru ini.

Berat Badan Turun 13 Kg, Lemak Tubuh Turun 14%

Setelah menjalani pola diet sehat dan latihan intensif selama 11 bulan, pemilik tinggi badan 168 cm ini akhirnya berhasil menurunkan berat badan dari 78 kg ke 65 kg atau sebanyak 13 kg. “Kalau diukur Body Fat atau kadar lemak tubuh saya di awal adalah 29%, sekarang 15%, karena otot saya juga mulai kelihatan dan saya lebih pede dalam menjalani aktivitas.”

Selain menjalani diet dan latihan, Chandra juga mengonsumsi suplemen untuk membantu mengoptimalkan hasil dietnya. “Suplemen pembakar lemak seperti Ultra Ripped Fast Acting Formula banyak membantu saya memangkas lemak, monster beats audio beats adidas saya minum itu sebelum latihan. Prostar 100% Whey Protein juga saya konsumsi agar kebutuhan protein harian saya tercukupi,” terangnya.

“Saya penderita asma dan saya berhasil menurunkan berat badan dan menjadi lebih bugar, masa yang sehat tidak bisa?”
Itulah yang ingin disampaikan Chandra melalui kisah perjuangan dietnya ini. “Saya banyak menginspirasi beberapa teman saya di kantor karena saya yang sibuk saja bisa menjalani hidup sehat dan beberapa dari mereka mencoba pola diet dan latihan yang saya terapkan.”

Tak hanya itu, Chandra menambahkan, “Orang tua saya senang dengan perubahan saya dan kebugaran tubuh saya yang menjadikan asma saya jarang kumat. Mereka tidak menyangka saya bisa sembuh. Beberapa baju lama saya juga sudah terlihat kebesaran dan akhirnya saya harus menyumbangkan ke beberapa saudara yang kurang mampu karena dikecilin juga tidak pas modelnya. Hahaha…” kata Chandra.

Saya Ingin Mencoba Mengikuti UBC

Awalnya Chandra memang menjalani program diet dan latihan ini karena ingin menjadi lebih sehat. Namun ketika perubahan pada tubuhnya sudah signifikan, ia ingin membentuk tubuh lebih atletis demi menunjang penampilan dan karir.
“Goal saya sekarang yaitu ingin punya badan atletis dan ingin mencoba mengikuti kompetisi seperti Ultimate Body Contest (UBC),” tambahnya.

Nah, semoga cerita Chandra ini bisa menginspirasi kita semua untuk mulai menjalani pola hidup sehat melalui fitnes dan diet sehat. Untuk mendapatkan tips dan panduan diet dari Denny Santoso follow twitter @DennySantoso sekarang juga!

Semoga berhasil! (dee)

BACA JUGA : Gagal Diet? Mungkin 4 Hal Ini Penyebabnya!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes