Sukses Turun Berat Badan & Jadi Juara Tinju

Disclaimer: Hasil yang didapatkan mungkin berbeda-beda tergantung dari situasi tubuh masing-masing pengguna.

Transformasi pelajar yang satu ini memang luar biasa. Setelah berhasil menurunkan berat badannya dalam waktu 3 bulan, ia langsung menggeluti olahraga tinju dan berhasil menjadi juara pertama!

Before-After-Suyogi

Namun sebelumnya kita simak dulu bagaimana perjalanan James, panggilan akrab pelajar bernama lengkap Suyogi Imam Fauzi, dalam menurunkan berat badan.

“Sebelumnya, berat badan saya sempat mencapai 80 kg, sementara tinggi badan saya 176 cm. Perut saya terlihat buncit, paha saya besar, dan pipi saya tembem. Kondisi tersebut membuat saya tidak pede dalam berkomunikasi.

Padahal pendidikan saya di jurusan pemasaran mengharuskan untuk bisa berkomunikasi dengan baik kepada pelanggan yang kebanyakan wanita,” kisah pelajar sebuah sekolah kejuruan negeri di Tangerang ini. “Saya sering dihina, diremehkan, dan ditertawakan karena penampilan saya. Kondisi tersebut membuat saya bosan,” tambah James.

“Akhirnya saya menemukan situs DuniaFitnes.com dan berkenalan dengan Denny Santoso. Dari merekalah saya mengenal dan belajar pola hidup sehat dan olahraga yang baik untuk menurunkan berat badan,” ujarnya. “Persis tanggal 24 Juli 2012 saya menerapkan semua panduan menurunkan berat badan dari DuniaFitnes.com dan Denny Santoso,” tambahnya.

“Pagi hari saya sarapan 2-3 potong roti gandum dan 1-2 butir telur rebus. Jangan tinggalkan sarapan bila ingin membakar lemak karena sarapan dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Makin tinggi metabolisme tubuh makin cepat pula lemak dibakar,” pesan James.

“Lalu sekitar jam 10-11 siang, saya ngemil 2 potong roti gandum atau 1 buah apel atau 2 buah pisang untuk tenaga ekstra, tergantung selera. Disusul makan siang dengan 1 mangkuk nasi beras merah, 200-300 gr dada ayam bakar tanpa kulit, dan 1 cup sayuran. Dada ayam kadang diganti 2 buah tempe bakar dan 2 buah tahu bakar,” terangnya.

“Sorenya ngemil 2 buah pisang. Lalu sekitar jam 6-7 saya makan malam dengan 2 buah tempe bakar, 2 buah tahu bakar, dan 1 cup sayuran. Kurangi karbohidratsaat malam agar tidak diserap tubuh menjadi lemak. Cukup konsumsi protein dan vitamin saja dan jangan sekali-kali melupakan makan malam karena sebagai tenaga untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak saat tidur nanti,” kembali James berpesan.

Kalau masih lapar, malamnya makan pisang dan minum Prostar 100% Whey Protein. Pisang dan susu rendah lemak membantu tidur dan memperbaiki sel tubuh yang rusak,” jelas James soal dietnya.

Sementara untuk olahraga, pagi hari saya latihan bodyweight training dan kardio saat perut masih kosong selama 40-90 menit. Jangan takut lemas karena diatas 40 menit, tubuh akan membakar cadangan lemak sebagai energi. Olahraga pagi juga penting untuk mendongkrak metabolisme,” jelasnya.

“Siangnya saya latihan beban dengan metode bergantian antara Circuit Training atau High Intensity Interval Training. Sebelumnya minum kopi hitam tanpa gula untuk mendongkrak energi,” terangnya. “Sorenya saya jalan kaki outdoor selama 30 menit untuk membuat tubuh rileks dan membakar lemak sekalian cuci mata. Hehehe…,” candanya.

“Malah hari istirahat tidur 5-8 jam sehari dan tidak boleh lewat dari jam 11.Saat tidur,lemak juga dibakar dan otot otot diregenerasi. Otot berkembang bukan saat latihan tetapi saat kita tidur, maka istirahatlah yang cukup,” pesannya lagi.

“Hasilnya, setelah 100 hari diet dan latihan tersebut, berat badan saya turun dari 80 kg menjadi 64 kg! Sekarang malah otot tubuh sudah mulai terbentuk. Membakar lemak sambil membentuk otot? Why not?” aku James senang.

“Sementara motivasi saya belajar olahraga tinju karena dulu sering di-bully oleh teman-teman. Jadi saya ingin melindungi diri dan orang-orang yang saya cintai. Tinju juga sangat menyehatkan dan bisa membentuk otot khusunya sekitar bahu dan punggung. Saya latihan tinju 1-2 jam sehari dengan kira-kira 500-700 kalori dibakar,” terang James.

“Setelah 3 bulan berlatih tinju, pelatih menyuruh saya mengikuti Kejuaraan Tinju Amatir Antar Pelajar Walikota Cup II Kota Tangerang 2012. Modal sayahanya nyali dan tekad yang kuat untuk menang, walaupun sedikit minder karena baru berlatih 3 bulan saja,” ujarnya.

“Akhirnya berkat kehendak Tuhan Yang Maha Esa, doa orang tua yang selalu mendukung, dan bimbingan pelatih, saya berhasil mendapat medali emas kategori berat 60-64 kg. Sebuah prestasi yang saya banggakan di tahun 2012 yang lalu,” akunya senang.

“Moto saya,work hard and smart, get rewarded!” tutup James berpesan.

BACA JUGA : Setelah Turun 30 Kg, Targetkan Ikut UBC

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes