Kebiasaan Gigit Kuku, Jenis Gangguan Mental Baru

Menggigit kuku, yang dianggap sebagai hanya kebiasaan belaka, segera akan diklasifikasikan sebagai gangguan mental obsesif-kompulsif. Demikian yang diungkapkan para ahli dari American Psychiatric Association (APA), seperti dikutip NBC News.

Jutaan orang di dunia menderita kecanduan self-mutilating dan kebiasaan menggigit kuku sendiri yang menyakitkan. Kebiasaan ini bahkan bisa lebih sulit untuk dihentikan dibandingkan berhenti merokok.

Kini, APA sedang mempersiapkan untuk mengubah status kuku menggigit dari “tidak masuk klasifikasi” ke “gangguan obsesif kompulsif (OCD)” dalam buku panduan gangguan mental Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi mendatang.

Kebiasaan yang umumnya terkait dengan OCD meliputi mencuci tangan berulang dan menarik rambut. Penyakit ini ditandai oleh pikiran yang tidak masuk akal dan ketakutan yang mengarah ke perilaku repetitif tersebut.

Para ahli medis meyakinkan bahwa menggigit kuku yang bersifat hanya sesekali tidak termasuk indikasi gangguan tersebut.

“Seperti menarik rambut, mengelupaskan kulit, dan menggigit kuku bukanlah gangguan kecuali kebiasaan ini menyebabkan kecacatan, kesedihan, dan memenuhi tingkat keparahan klinis tertentu,” kata Carol Mathews, psikiater di University of California, San Francisco.

Menggigit kuku dianggap parah ketika kebiasaan tersebut menjadi destruktif dan ketika merusak cara penggunaan tangan atau menyebabkan infeksi berulang.

Terkadang, para penggigit kuku dan kulit bisa terinfeksi, bila lebih sering, kebiasaan itu menyebabkan peningkatan risiko tertular pilek dan penyakit lainnya karena mendorong penyebaran kuman dari kuku ke bibir dan mulut.

Para penggiti kuku yang ingin berhenti dari kecanduannya mengaku sudah melakukan berbagai cara, termasuk mengoleskan lemon atau saus pedas di jari mereka. Selain itu, mereka juga membungkus kukunya dengan plester Band-Aids untuk menjaga tangan terawat baik. (jay)

BACA JUGA : Organ Seks yang Bisa Memuaskan Wanita di Ranjang

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes