penyakit jantung

Kebiasan Sehat Pangkas Penyakit Jantung Pada Wanita

Serangan jantung bisa menyebabkan kematian mendadak. Namun, serangan jantung pada wanita muda ternyata dapat dicegah hingga 92 persen hanya dengan melakukan beberapa gaya hidup sehat.

penyakit jantung

Penelitian ini diterbitkan dalam the Journal of the American College of Cardiology. Seperti dilansir livescience, Selasa (06/01), penelitian dilakukan pada 70.000 wanita selama lebih dari dua dekade.

Peneliti mendokumentasikan seluruh kasus penyakit jantung dan kematian. Dari kuesioner yang diberikan, sebanyak enam gaya hidup yang menjadi penyebab utama serangan jantung. Yakni kebiasaan merokok, minum alkohol, body mass index (BMI), kurang aktivitas fisik, kebiasaan menonton TV, dan kualitas diet.

“Kami ingin mencari tahu apakah penyakit jantung dapat timbul akibat kebiasaan hidup yang tidak sehat,” kata penulis studi, Andrea Chomistek yang juga peneliti dari Indiana University School of Public Health, Bloomington.

Peneliti mengatakan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung pada wanita berusia 35-44 tahun tidak berkurang. Asumsi peneliti adalah karena pilihan gaya hidup seseorang.

Dalam studi ini, peneliti menerapkan enam gaya hidup sehat pada peserta. Yaitu mengarahkan peserta untuk tidak merokok, mengonsumsi alkohol tak lebih satu gelas per hari, memiliki BMI normal (18,5-24,9), olahraga hingga 2,5 jam per minggu, melihat televisi tak lebih dari tujuh jam, serta mengonsumsi sayuran dan whole grain, biji olahan, sedikit daging, dan sedikit gula.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa wanita yang melakukan enam gaya hidup sehat tersebut dapat mengurangi risiko serangan jantung hingga 92 persen, dan 66 persen mengurangi risiko akibat penyakit jantung seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, atau kolesterol darah tinggi.

Penerapan gaya hidup yang sehat dan melakukan olahraga adalah rekomendasi pertama dari The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bagi orang yang memiliki kadar gula darah tinggi, kolesterol tinggi, dan faktor lain akibat penyakit jantung. (ctr)

BACA JUGA: Obesitas Tidak Selalu Sebabkan Gangguan Metabolik?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes