operasi bariatrik

Pernah Operasi Angkat lemak, Bisa Sulit Dapat Pekerjaan?

Studi baru menemukan, bahwa orang-orang obesitas yang menjalani operasi bariatrik untuk mengurangi berat badan lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkan pekerjaan daripada seseorang yang berhasil menghilangkan berat badan melalui olahraga dan diet. Hal ini kemungkinan dikarenakan, orang yang menghilangkan berat badan melalui jalur medis dianggap lebih malas dan tidak disiplin. Padahal melalui olahraga dan diet sehat, obesitas seharusnya dapat diatasi.

Headline job

Benar, hal tersebut tergantung dengan metode dalam menurunkan berat badannya, bukan semata hanya hasil akhir dalam menurunkan berat badan,” kata Robert Carels dari East Carolina University di Amerika Serikat.

Sementara itu Carels juga menambahkan, operasi bariatrik sering mengakibatkan penurunan berat badan jangka panjang yang berkelanjutan. Artinya, ada saatnya tubuh akan kembali ke bentuk semula. Itulah sebabnya, perlu adanya upaya untuk mengurangi peminat operasi bariatrik.

Diskriminasi pekerjaan yang menyangkut metode penurunan berat badan melalui operasi bariatrik benar-benar terjadi. Seperti yang telah disinggung, mereka dianggap malas dan tidak disiplin.

Untuk itu, Carels membuktikannya berdasarkan penelitian. Tim peneliti memiliki 154 foto seseorang yang berhasil menurunkan berat badan baik melalui jalur medis ataupun olahraga.

Foto tersebut terdiri dari foto saat mereka memiliki tubuh tambun, dan transformasi tubuhnya yang ideal. Selanjutnya, foto tersebut diperlihatkan kepada para penyedia lapangan kerja (responden).

Setelah mengetahui riwayat masing-masing foto, penyedia lapangan kerja kebanyakan lebih memilih seseorang yang berhasil menurunkan berat badan dengan diet dan olahraga. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Obesity Surgery. (gie)

BACA JUGA: Pilih Susu Kambing Atau Susu Sapi?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes