Remaja yang Suka Seni Lebih Berisiko Depresi?

Menurut penelitian terbaru, remaja yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti musik, drama dan melukis usai sekolah ternyata lebih berisiko tertekan atau sedih.

“Ini bukan berarti bahwa depresi akan mengincar remaja atau orang dewasa yang ingin menjadi seorang seniman. Selain itu, kamu juga bukan bertujuan untuk menunjukkan bahwa mengikuti kegiatan seni menyebabkan penyakit mental,” ujar Laura N. Young, dari Boston College.

“Namun, penelitian sebelumnya telah mengungkapkan bahwa tingkat yang lebih tinggi dari gejala penyakit mental ini terjadi pada seniman-seniman dewasa. Nah, kami tertarik apakah hubungan ini bisa muncul lebih awal di usia remaja,” tambah Young, seperti dikutip jurnal Psychology of Aesthetics, Creavity, and the Arts.

Dalam penelitian ini, remaja perempuan tercatat lebih suka mengikuti kegiatan seni usai sekolah dan melaporkan tingkat kesedihan yang lebih besar dibandingkan remaja laki-laki.

Lalu, penelitian ini menemukan bahwa baik remaja pria maupun remaja perempuan yang terlibat dalam kegiatan seni melaporkan gejala depresi lebih banyak ketimbang mereka yang tidak terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler ini.

Para peneliti tersebut meneliti keterlibatan remaja AS dalam kegiatan seni pada 2002, 2004, 2006, 2008 dan 2010 yang menggunakan data dari US Longitudinal Survey of Youth, yang dikumpulkan dari 2.482 siswa berusia 15-16 tahun. (jay)

BACA JUGA : Ingin Bangkitkan Gairah Seksual? Makanlah Tahu!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes