risiko stroke

Stres Karena Pekerjaan Dapat Memicu Stroke

Stres akibat ketegangan pekerjaan kerap dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Namun studi baru menyebut bahwa ketegangan pekerjaan juga dapat meningkatkan risiko stroke.

risiko stroke

Studi baru dari dari the School of Health Sciences di Jonkoping University, Swedia, ini menganalisa hasil 14 studi sebelumnya di Eropa, orang-orang dengan tekanan pekerjaan memiliki peningkatan risiko disebut stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika otak tidak mendapatkan cukup oksigen, misalnya arteri yang tersumbat.

Secara keseluruhan, hampir 200.000 orang dewasa mengisi kuesioner tentang ketegangan kerja. Penelitian berlangsung rata-rata selama sembilan tahun. Hasil penelitian sebelumnya, dari setiap 100.000 orang di Eropa, setiap tahun 115 laki-laki dan 75 perempuan memiliki stroke iskemik. Dalam studi baru ini, risiko stroke iskemik meningkat 24 persen pada orang yang memiliki ketegangan kerja.

“Hubungan ini masuk akal karena stres dapat menyebabkan pelepasan hormon yang berhubungan dengan stres, yang pada gilirannya mempengaruhi metabolisme, imunologi ,dan sistem kardiovaskular. Stroke iskemik, seperti serangan jantung, berhubungan erat dengan aterosklerosis, yang ‘pengerasan arteri,” kata pemimpin studi Eleanor I. Fransson dikutip dari FoxNews.com, Selasa (20/01).

Ilmuwan mengatakan bahwa stres hanya salah satu faktor risiko yang memicu stroke. Beberapa hal dapat dilakukan untuk mengetahui risiko stroke seperti rutin memonitor tekanan darah, tidak merokok, diet sehat, menjaga berat badan, dan olahraga. (ctr)

BACA JUGA: Ini Dia Diet Terbaik Lima Tahun Berturut-turut

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes