obesitas

Studi: Menonton TV Dapat Memicu Obesitas

Studi terbaru menyebutkan, terlalu lama di depan televisi bisa meningkatkan konsumsi junk food. Tentu, hal itu bisa berdampak tidak baik bagi kesehatan, termasuk risiko obesitas.

obesitas

Profesor Temple Northup dari University of Houston mempublikasikan penelitiannya dalam The International Journal of Communication and Health. Namun, ini bukanlah studi pertama mengenai dampak buruk terlalu lama di depan televisi. Pada tahun 2014 lalu dalam Journal Applied Phsysiology, Nutrition and Metabolism, juga telah dilakukan studi bahwa menonton televisi terlalu lama tidak baik bagi kesehatan anak usia 9-11 tahun.

Pada studi kali ini, peneliti fokus untuk mengetahui dampak terlalu sering menonton televisi pada aktivitas makan. Profesor Northup melakukan survei pada 591 orang dengan usia rata-rata 22 tahun.

Hasilnya, peneliti mengatakan bahwa menonton televisi dapat meningkatkan konsumsi makanan yang tidak sehat, termasuk junk food. Menurut peneliti, hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan gizi pada orang yang kerap menonton TV sambil ngemil.

“Berdasarkan hasil ini, media dapat menjadi salah satu bagian dari masalah obesitas dengan mengirimkan pesan kepada konsumen (melalui iklan) yang menciptakan sikap fatalistik terhadap makan sehat serta menurunkan pengetahuan gizi secara keseluruhan. Kedua variabel tersebut berkontribusi pada makan gizi buruk, penyebab obesitas,” kata Profesor Northup dikutip dari MedicalNewsToday.

Meski begitu, peneliti memiliki solusi agar tetap menikmati TV namun harus mengurangi makanan ringan yang tidak sehat. Ganti camilan tersebut dengan yang lebih sehat seperti wortel atau kacang almond. (ctr)

BACA JUGA: Waspada Bung, Lemak Jenuh Pengaruhi Kualitas Sperma!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes