menurunkan berat badan

Perlukah L-Carnitine dalam Program Menurunkan Berat Badan?

Apakah L-Carnitine hanya sebuah mitos dalam program menurunkan berat badan? Atau justru jadi suplemen utama untuk program fatloss?

Terkadang, masih ada struktur kimia dalam tubuh yang ternyata cukup penting dalam proses fisiologi yang bisa membantu meningkatkan kesehatan.

Salah satu contohnya adalah creatine monohydrate.

Manfaat dari suplemen ini bukan hanya berpengaruh pada massa otot dan tenaga, melainkan juga pada kepadatan tulang, fungsi neurologis, dan proses vital lainnya.

Pada saat pengurangan lemak dalam tubuh, sejumlah molekul utama akan terlibat seperti keton, beta 2, beta-3 agonis, asam lemak, monoasilgliserida, diasilgliserida, serta beberapa hormon lain.

Namun, pada saat proses pengangkutan asam lemak bebas dari sitosol (bagian dalam sel) ke mitokondria dimana asam lemak dibakar menghasilkan energi (ATP) dan panas, ada satu molekul paling vital, yaitu L-Carnitine.

L-Carnitine akan bertindak seperti layaknya seorang pelayan di sebuah restoran, yang akan mengantar makanan hingga ke meja Anda.

Asam lemak bebas diambil dari aliran darah atau dilepaskan dari toko lemak dalam sel yang aktif secara metabolik (misalnya pada otot rangka dan jantung) ke dalam sitosol.

Tanpa L-Carnitine, asam lemaknya akan cukup banyak di sekitarnya atau akan dikonversi menjadi sebuah lemak.

Pentingnya L-Carnitine dalam Menurunkan Berat Badan

menurunkan berat badan

L-Carnitine merupakan molekul seperti vitamin yang memberikan berbagai manfaat dalam tubuh.

Namun yang paling utama adalah dapat membantu menurunkan berat badan. Ya, ini karena salah satu fungsi terbaiknya adalah merangsang pemecahan lemak.

L-Carnitine ini adalah asam alpha-hydroxy yang paling banyak ditemukan dalam jaringan otot sehingga orang sehat cenderung memiliki cukup L-Carnitine.

Carnitine adalah unsur yang penting dalam hal pengangkutan asam lemak ke dalam mitokondria.

Molekul ini berbentuk huruf L, dan carnitine merupakan asam amino sehingga tubuh akhirnya mampu mengubah asam amino prekursor seperti L-Lysine dan L-Methionine menjadi L-Carnitine di ginjal, hati, dan otak.

Mitokondri sendiri merupakan pembangkit yang menghasilkan energi pada sel yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik.

Energi dihasilkan saat lemak dibakar di dalam mitokondria.

Dikarenaan mitokondria membutuhkan oksigen untuk membakar lemak, suplementasi L-Carnitine memastikan pasokan oksigen yang cukup ke otot.

Pasokan oksigen menjadi sangat penting ketika berlatih, latihan intens jangka panjang memicu hilangnya energi yang cukup.

Oleh karena itu, yang cukup perlu diasup agar otot tetap kencang dan sehat.

Manfaat Lain dari L-Carnitine

menurunkan berat badan

L-Carnitine bukan hanya suplemen yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Ternyata, suplemen ini juga terbukti bisa memberikan manfaat kesehatan lain secara keseluruhan.

Misalnya dapat membantu menurunkan kadar gula darah juga memperbaiki profil kolesterol pada penderita diabetes tipe 2.

Ada beberapa manfaat lain yang bisa diberikan L-Carnitine pada tubuh Anda.

Seperti penyakit vaskular perifer, disfungsi ereksi, penyakit kardiovaskuler, demensia, masalah memori, maupun penyakit ginjal.

Bukan hanya itu, penelitian pada tahun 2013 lalu yang dilakukan oleh University of Pandova, Italia, menyebutkan bahwa suplemen carnitine bisa membantu meningkatkan kemampuan berenang sperma sehingga berpeluang lebih besar membuahi sel telur.

Makanan yang menjadi sumber carnitine antara lain daging merah, ayam, beberapa jenis buah dan sayuran, serta biji-bijian.
Namun apabila Anda kesulitan untuk mendapatkan L-Carnitine dari makanan, Anda bisa mendapatkannya melalui suplementasi seperti L-Carnitine dari Ultimate Nutrition.

Bagaimana Menggunakan Suplemen L-Carnitine untuk Menurunkan Berat Badan?

menurunkan berat badan

Ketika ingin menurunkan berat badan, maka Anda akan disarankan untuk mengonsumsi paling tidak sebanyak 1000mg L-Carnitine setiap harinya.

Terlebih apabila yang mengalami obesitas, maka asupan L-Carnitine bisa mencapai 2000mg per hari.

Jumlah yang disarankan akan terus bertambah apabila seseorang mengalami kondisi resistensi metabolik tertentu. Asupan L-Carnitine mereka bisa mencapai hingga 5000mg per hari.

Dari beberapa penelitian telah disebutkan apabila Anda mulai merasa lebih berenergi ketika latihan, maka Anda telah merasakan salah satu khasiat dari L-Carnitine. Dan ini adalah tanda bahwa suplemen Anda tersebut telah mulai membakar lemak tubuh.

Anda bisa mengonsumsi L-Carnitine sebanyak 500mg per hari, dan tingkatkan asupan dengan jumlah tersebut hingga Anda mulai merasakan energi dalam tubuh Anda meningkat. Terlebih ketika Anda menjalankan aktivitas harian Anda.

Level energi pada tubuh ini bisa menjadi acuan Anda untuk melihat bagaimana efektifnya carnitine dalam membantu aktivitas sehari-hari Anda.

Sementara itu, Physician’s Desk Reference (PDR) menyatakan tidak ada efek toksik (menimbulkan keracunan) dari penggunaan L-Carnitine jangka panjang, sehingga merupakan suplemen yang aman.

L-Carnitine bisa bekerja optimal ketika dikonsumsi sebelum sarapan dan makan siang.

Tapi, Apakah Suplemen L-Carnitine Aman Digunakan?

menurunkan berat badan

Seperti yang sudah disebutkan dipembahasan sebelumnya, suplementasi L-Carnitine cukup aman bagi tubuh Anda.

Hanya saja, masih ada beberapa orang memang masih pro dan kontra perihal suplementasi L-Carnitine dalam membantu menurunkan berat badan.

Terlebih dengan diterbitkannya Journal Nature Medicine.

Pada studi itu disebutkan bahwausus mengandung mikrobiota yang bisa mengonversi carnitine menjadi rimetilamina-N-oksida (TMAO), senyawa organik yang dapat menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah.

Senyawa ini juga dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan lain seperti penyakit kardiovaskuler, gagal ginjal, diabetes, bahkan hingga kanker.

Namun, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal tersebut masih sangat lemah. Pertama, peneliti memberikan pernyataan setelah melakukan pengamatan HANYA pada 6 orang, yaitu satu vegan dan lima pemakan daging.

Tentu saja, jumlah subjek tersebut belum tidak bisa dijadikan ukuran untuk men-generalisasi hasil pengamatan tersebut.

Selanjutnya adalah fakta bahwa pemakan daging tersebut tidak diketahui tingkat kesehatannya. Seperti apa mereka menjaga pola makan, mereka berolahraga dengan baik atau tidak, juga tidak disebutkan.

Padahal, faktor-faktor tersebut justru berperan penting pada risiko aterosklerosis.

Lebih sederhananya, penelitian tersebut masih terlalu lemah andai kata dijadikan sebagai acuan.

Jadi, kini adalah saat yang PAS bagi Anda untuk konsumsi suplemen L-Carnitine dalam program menurunkan berat badan.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes