Tingkatkan Performa Fisik dengan Suplementasi Glutamine

Glutamine adalah asam amino yang paling banyak ditemukan dalam tubuh. Lebih dari 60 persen jaringan otot rangka dibentuk oleh glutamine.

Tingkatkan-Performa-Fisik-dengan-Suplementasi-Glutamine

Infeksi, luka bakar, latihan berat, dan faktor lain penyebab tubuh menjadi stres dapat menurunkan kadar glutamine dalam tubuh. Semakin tinggi tingkat stres Anda makin cepat pula kadar glutamine berkurang.

Para ahli meyakini bahwa tubuh menggunakan glutamine pertama kali untuk menutrisi otak dan bagian tubuh yang lain. Jika terdapat sisa dari proses tersebut maka tubuh akan menggunakannya untuk membangun otot dan menjaga sistem daya tahan tubuh. Di situlah suplementasi glutamine diperlukan agar kadar glutamine tubuh tetap terjaga, sehingga semua manfaatnya bagi tubuh dapat Anda nikmati secara optimal.

Nah, apa sajakah manfaat yang diberikan glutamine bagi tubuh Anda?

Tingkatkan Hormon Pertumbuhan

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition melaporkan bahwa hormon pertumbuhan meningkat sebesar 440 persen setelah menggunakan suplementasi glutamine. Hormon pertumbuhan dapat meningkatkan perkembangan massa otot dan membantu proses pembakaran lemak menjadi energi.

Studi yang dilakukan di Louisiana State University Medical College memberikan 2 gram glutamine kepada 9 atlet sehat pada pagi hari, 45 menit setelah sarapan. Hasilnya, hormon pertumbuhan mereka meningkat hingga 440 persen 90 menit setelah mengonsumsi suplemen glutamine.

Mengurangi Asam Laktat

Saat berlatih, tubuh membakar glukosa dan glikogen sebagai sumber energi. Proses ini menghasilkan asam laktat yang dapat membuat otot bersifat asam, yang akhirnya membuat tubuh menjadi lelah dan tidak bertenaga. Glutamine memainkan peran penting dalam menyeimbangkan kadar asam laktat tubuh dengan cara menghasilkan ion bikarbonat yang dapat menetralisir asam laktat, sehingga Anda dapat berlatih lebih lama dan mendapatkan hasil maksimal.

Tingkatkan Performa Berlari

Kebanyakan pelari jarak jauh akan mengalami penurunan kondisi kesehatan dalam waktu satu minggu setelah hari perlombaan. Bahkan penelitian terbaru mengkaji kaitan antara suplementasi glutamine dan kondisi kesehatan tubuh.

Dalam penelitian yang melibatkan para pelari sebagai subjek penelitian ini, subjek dibagi menjadi 2 kelompok, di mana kelompok pertama tidak diberikan suplementasi glutamine dan kelompok kedua diberi suplementasi glutamine.

Hasilnya, hanya 49 persen pelari yang tetap sehat di kelompok pertama, sementara ada 81 persen pelari di kelompok kedua yang tetap sehat di mana mereka menggunakan suplementasi glutamine.

Para peneliti menemukan bahwa olahraga berat dapat mengurangi efektivitas sistem kekebalan tubuh. Sementara sebagian besar sel-sel tubuh menggunakan glukosa untuk bahan bakar, sistem kekebalan tubuh membutuhkan glutamine dalam jumlah yang cukup.

Ketika Anda mengonsumsi glutamine, berarti Anda memberikan tubuh energi yang dibutuhkan untuk tetap sehat, sekaligus memungkinkan Anda untuk berlatih lebih lama dan maksimal.

Studi yang dilakukan di Oxford University membandingkan kondisi kesehatan lebih dari 150 pelari. Separuh dari jumlah ini diberi 5 gram glutamine setelah melakukan latihan berat, sedangkan sisanya hanya diberi plasebo (zat yang tidak memberikan efek). Hasilnya, hampir seluruh pelari yang mengonsumsi glutamine terjaga kesehatannya daripada pelari yang hanya mengonsumsi plasebo (tanpa glutamine).

Glutamine juga baik digunakan bersama dengan creatine atau protein shakes untuk meningkatkan daya tahan sekaligus meningkatkan hasil latihan, terutama bagi Anda yang aktif melakukan latihan beban.

Glutamine bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah latihan dengan intensitas yang berat untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta membuat tubuh Anda senantiasa dalam kondisi sehat. (dan)

BACA JUGA : Orang-orang Inilah yang Seharusnya Mengonsumsi Suplemen

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes