Benarkah Olahraga Mengurangi Kesuburan Pria?

Olahraga adalah kebiasaan sehat yang bisa dilakukan siapa pun baik pria atau pun wanita untuk kehidupan yang lebih sehat. Namun, Anda juga wajib berhati-hati dengan kebiasaan berolahraga Anda, terutama bagi Anda kaum pria.

Ada beberapa kebiasaan dalam berolahraga yang dapat mengganggu kesehatan. Terutama masalah kesehatan yang berhubungan dengan tingkat kesuburan pria. Apa sajakah itu?

Olahraga memiliki manfaat yang begitu besar, mulai dari memperlancar peredaran darah, membantu menjaga berat badan, meredakan stres dan masih banyak lagi manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan berolahraga.

Akan tetapi, olahraga tidak dapat dilakukan dengan sembarangan karena bisa-bisa malah merugikan kesehatan Anda. Bahkan masalah yang muncul bisa jadi akan berpengaruh pada organ reproduksi Anda.

Meski begitu Anda tidak perlu panik setelah mengetahui fakta tersebut. Sebelum mengetahui apakah benar olahraga yang Anda lakukan selama ini berpotensi mengurangi tingkat kesuburan, terlebih dahulu Anda perlu memahami hal-hal apa saja yang sesungguhnya terjadi ketika Anda berolahraga.

Peningkatan Suhu

Penelitian menyebutkan bahwa produksi sperma dapat berjalan optimal pada suhu 34-36 derajat celcius. Bahkan hanya bertambah 1 derajat saja produksi sperma akan terhenti dan sperma yang sudah diproduksi akan mati secara perlahan.

Memang ada bagian dari organ reproduksi pria yang disebut dengan skrotum yang bertugas menjaga suhu di bagian tersebut tetap dingin. Namun celana yang terlalu ketat dan gesekan dengan jok/sadel saat bersepeda dapat mengganggu kinerja skrotum, sehingga meningkatkan suhu di organ reproduksi Anda.

Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya Anda menggunakan celana yang sedikit longgar, terutama di bagian kemaluan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga agar suhu di organ kemaluan Anda tetap terjaga dan kinerja sistem reproduksi tidak terganggu. Selain itu, Anda juga tidak dianjurkan untuk berendam dalam kolam air panas, sauna atau mandi uap dalam suhu yang terlalu tinggi dalam waktu yang lama.

Tekanan Berlebihan

Biasanya terjadi saat Anda melakukan olahraga bersepeda. Pada saat duduk di jok sepeda, berat badan Anda akan bertumpu pada perineum, yakni di satu tempat antara anus dan skrotum, daerah yang memiliki banyak sel saraf dan pembuluh darah. Sebagai hasilnya, atlet bersepeda atau Anda yang hobi bersepeda berjam-jam akan mengalami keluhan berupa mati rasa di daerah kemaluan.

Mati rasa ini merupakan indikasi dari tersumbatnya aliran darah menuju ke penis. Jika dibiarkan berlangsung dalam waktu yang lama, hal ini dapat menyebabkan impotensi. Jadi, jika Anda adalah penggemar olahraga sepeda, salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dengan memilih desain jok/sadel yang sesuai dengan karakter tubuh Anda.

Trauma

Trauma pada daerah kemaluan juga bisa menjadi penyebab menurunnya tingkat kesuburan pria. Terutama trauma di daerah testis. Banyak di antara Anda yang mungkin secara tidak sengaja pernah mengalami trauma serius di bagian kemaluan saat berolahraga. Tanpa Anda sadari, trauma ini dapat mempengaruhi kesuburan Anda. Nyeri yang terlalu lama, memar, dan bengkak adalah tanda-tanda bahwa trauma yang Anda alami harus segera mendapatkan perawatan medis. Jika dibiarkan terlalu lama, testis dapat mengalami atrofi atau penyusutan ukuran dan dapat menyebabkan masalah kesuburan.

Solusi terbaik untuk  mencegah trauma dan melindungi organ vital Anda ini dari trauma adalah dengan menggunakan alat pelindung pada bagian tersebut. Biasanya alat pelindung ini berbentuk seperti mangkuk dan didesain khusus untuk melindungi organ reproduksi Anda dari benturan, hantaman dan risiko lain yang membahayakan.

Carilah pelindung yang terbuat dari bahan yang tidak panas untuk menjaga suhu di sekitar daerah reproduksi Anda tetap stabil.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes