bentuk tubuh berotot

Ingin Bentuk Tubuh Lebih Berotot? Ketahui Dulu Prosesnya!

Fitnes mania datang ke pusat kebugaran dengan beragam alasan. Selain mereka yang ingin menurunkan berat badan, juga tidak sedikit yang datang dengan keinginan memiliki tubuh yang lebih berisi atau berotot.

bentuk tubuh berotot

Pada artikel kali ini kita akan membahas bagaimana memiliki bentuk tubuh yang berotot. Namun sebelum itu, alangkah baiknya untuk terlebih dahulu mengetahui mekanisme pertumbuhan otot.

Ada berbagai jenis otot dalam tubuh manusia, seperti otot jantung, otot polos, dan otot rangka. Kali ini kita akan berbicara mengenai otot rangka (skeletal muscle). Otot rangka terdiri dari miofibril (sel otot) dan sarkomer yang membentuk serat otot. Otot rangka ini bekerja secara sadar, artinya setiap kerja dari otot rangka tergantung kepada keinginan seseorang.

Ketika seorang powerlifter mampu mengangkat beban yang sangat berat meski tidak terlihat berotot, ini dikarenakan ia memiliki kemampuan mengaktifkan neuron motorik dan kontraksi otot yang lebih baik.
Karena itu, mungkin beberapa powerlifter memiliki postur tubuh yang lebih kecil dibanding binaragawan namun memiliki kekuatan angkatan yang berat.

Fisiologi Pertumbuhan Otot

bentuk tubuh berotot

Setelah melakukan latihan, otot tubuh Anda akan mengalami perbaikan atau menggantikan serat otot yang rusak dan membentuk serat otot yang baru. Pada proses ini maka otot akan berkembang atau membesar.

Pertumbuhan otot ini akan terjadi jika protein sintesis otot lebih besar daripada tingkat pemecahan protein.

Dan yang perlu dicatat adalah perkembangan otot ini tidak benar-benar terjadi ketika Anda melakukan latihan, melainkan ketika Anda beristirahat. [Baca Juga: Bangun Kekuatan Otot dengan Teknik Simpel Ini]

3 Mekanisme Utama Pertumbuhan Otot

Dasar dari pertumbuhan otot yang alami adalah dengan menempatkan stres yang lebih pada otot. Stres ini merupakan komponen utama dalam pertumbuhan otot. Selanjutnya, ada tiga mekanisme utama untuk memacu pertumbuhan otot.

bentuk tubuh berotot

#1. Tekanan Pada Otot

Untuk meningkatkan ukuran sel otot, Anda harus menerapkan bebas stres yang lebih besar daripada sebelumnya. Bagaimana caranya?

Cara utamanya adalah dengan mengangkat beban lebih berat secara progresif. Otot yang semakin tegang akan menyebabkan perubahan kimia otot. Dan inilah yang dapat menyebabkan otot tumbuh.

#2. Merusak Otot

Jangan anggap bahwa dengan cara ini justru dapat mengganggu pertumbuhan otot. Yang dimaksud merusak otot di sini yaitu dengan melakukan latihan maka otot Anda akan rusak dan melakukan regenerasi.

Ini berarti, Anda akan merasakan sakit atau nyeri setelah latihan. Namun tenang, sakit atau nyeri yang ditimbulkan ini akan menghilang secara bertahap jika rutin berlatih. Selain latihan rutin, nyeri akan cepat reda jika diimbangi dengan pola makan sehat, istirahat yang cukup, serta suplementasi yang tepat. Cari tahu suplemen terbaik Anda di sini!

#3. Stres Metabolik

Jika tubuh Anda merasa terbakar atau otot Anda nge-pum saat latihan, itu adalah bagian dari stres metabolik. Stres metabolik ini adalah peningkatan metabolisme tubuh akibat latihan dengan intensitas tinggi.

Stres metabolik dapat menciptakan sensitivitas insulin sehingga merangsang otot untuk menggunakan sumber energi secara optimal. Selain itu juga merangsang sistem endokrin untuk melepaskan hormon pertumbuhan seperti testosteron.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana hormon mempengaruhi pertumbuhan otot?

Peran Hormon dalam Pertumbuhan Otot

bentuk tubuh berotot

Hormon adalah komponen utama lain untuk perbaikan dan pertumbuhan otot. Testosteron, adalah hormon utama dalam perkembangan otot. Hormon ini dapat meningkatkan sintesis protein, menghambat pemecahan protein, mengaktifkan sel-sel satelit, dan merangsang hormon anabolik lainnya.

Testosteron juga dapat merangsang respon hormon anabolik lain dengan meningkatkan neurotransmiter di serat otot yang rusak untuk membantu mengaktifkan pertumbuhan jaringan otot.

Kenapa Otot Anda Butuh Istirahat?

bentuk tubuh berotot

Jika tidak mendapatkan istirahat dan gizi yang cukup, Anda justru bisa masuk dalam keadaan katabolik atau rusak. Respon metabolisme protein otot berlangsung selama 24-48 jam setelah latihan. Dengan demikian, interaksi antara metabolisme protein dan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi dalam periode ini akan menentukan pertumbuhan otot Anda.

Perlu diingat, pertumbuhan otot juga bisa tergantung pada banyak faktor lain seperti jenis kelamin, usia, dan genetika. Misalnya, pria memiliki hormon testosteron lebih banyak ketimbang perempuan. Karena itu, pria lebih mungkin untuk membentuk otot lebih besar daripada perempuan. Baca juga artikel menarik lain tentang “Wanita, Testosteron, dan Latihan Beban”.

Kebutuhan Protein Harus Cukup Selama Pembentukan Otot

bentuk tubuh berotot

Hipertrofi otot membutuhkan waktu dan relatif lambat bagi banyak orang. Terutama bagi fitnes mania yang masih pemula. Pertumbuhan baru akan benar-benar terlihat setelah beberapa minggu atau bahkan bulan.
Hal ini dikarenakan perubahan awal baru terjadi pada kemampuan sistem saraf untuk mengaktifkan otot-otot Anda.

Selain itu, setiap orang memiliki gen yang berbeda-beda seperti hormon atau jenis ototnya. Untuk memastikan bahwa Anda telah melakukan yang maksimal, pastikan sintesis protein lebih besar daripada pemecahan protein.

Karena itu, Anda harus menambahkan sumber protein yang cukup (terutama asam amino esensial) dan karbohidrat untuk membantu membangun kembali jaringan otot yang rusak pasca latihan.

Note: Selain latihan rutin, pola makan sehat, serta istirahat yang cukup, hal lain yang tak kalah penting adalah suplementasi. Jika asupan protein dari makanan kurang mencukupi, Anda dapat menambahkannya melalui suplemen >> Amino 2000 dari Ultimate Nutrition

Jadi Intinya Adalah?

So, agar pertumbuhan otot maksimal maka harus dirusak terlebih dahulu. Pertumbuhan otot akan terjadi jika Anda memaksa otot lebih stres (tegang) daripada sebelumnya. Yaitu dengan berlatih beban yang keras.

Selesai latihan adalah periode yang paling penting. Pastikan Anda memiliki waktu istirahat dan nutrisi yang cukup untuk otot sehingga otot dapat tumbuh dengan maksimal. (ctr)

BACA JUGA: Ini Teknik Latihan Terbaik untuk Atasi Otot Dada Besar Sebelah!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes